Memory adalah device penyimpanan suatu logika yang bersifat sementara. Penyimpanan data dapat berupa bit, Byte, integer/word, double integer/double word, real, dll.
Berbicara mengenai PLC, secara visual akan membicarakan berapa jumlah I/O dan sangat sedikit sekali mempertanyakan berapa jumlah memory dalamnya. Menyinggung tentang memory didalam PLC, sebenarnya I/O-pun juga termasuk memory. I/O adalah memory yang sudah diberi address (alamat) dan sudah terhubung dengan hardware. ( Baca juga pengertian address )Mari ambil contoh tipe:
CPU PLC S7-1200
CPU 1214C DC/DC/DC
6ES7 214-1AG31-0XB0
Lihat gambar yang ditandai warna merah, gambar tersebut adalah pin digital input.
Tertulis DI a dan DI b, DI a memiliki 8 memory digital input dan DI b memiliki 6 memory digital input. Total keseluruhann ada 14 memory digital input.
Bagaiamanakah cara menuliskan atau mengekspresikan 14 memory digital input ke dalam bentuk program?
Sebelum menuju bagaimana cara penulisan atau pengekspresian memory digital input, terlebih dahulu kembali mempelajari bilangan digital. Bilangan digital adalah kumpulan bilangan yang hanya menggunakan angka 0 atau 1.
1 bilangan yang menggunakan angka 0 atau 1 disebut bit. 1 bit bisa memiliki angka 0 atau 1. Tingkat bilangan setelah bit adalah Byte.
1 Byte terdiri dari 8 bit, 8 bit bisa memiliki angka 0 atau 1. Berikut ilustrasi dari 1Byte = 8 bit.
8 bit ini memiliki urutan / alamat yang dimulai dari 0 – 7. Dimana tiap alamat baik dari alamat 0, alamat 1, alamat 2 hingga alamat 7 tiap-tiap alamat memiliki angka 0 atau 1. Kembali lagi pada gambar pin digital input diatas.
Terdapat 2 Byte memory digital input, yaitu:
- 1 Byte pada DI a. (.0 .1 .2 .3 .4 .5 .6 .7)
- 1 Byte kurang 2 bit pada DI b. (.0 .1 .2 .3 .4 .5)
.0 .1 .2 .3 .4 .5 .6 .7 adalah alamat bit. Alamat .0 .1 .2 .3 .4 .5 antara DI a dengan DI b adalah sama. Cara membedakannya adalah dengan cara memberikan alamat Byte.
Semisal memory digital input DI a diberi alamat Byte 0 dan memory digital input DI b diberi alamat Byte 1, maka hasilnya sebagai berikut:
- 1 Byte pada DI a dengan memberi alamat Byte 0 menjadi:
0.0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7
- 1 Byte pada DI b dengan memberi alamat Byte 1 menjadi:
1.0 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 ( 2 bit tidak tersedia secara hardware sehingga tidak perlu diberi alamat )
Untuk permasalahan kenapa menggunakan alamat Byte 0 dan 1? Tidak menggunakan alamat Byte 2 dan 3?
Jawabannya adalah terserah User karena pembuatan alamat memory digital input dapat diatur oleh User.
Selanjutnya adalah memory digital output, sama halnya seperti memory digital input.
Lihat gambar yang ditandai warna hijau, gambar tersebut adalah pin digital output.
Tertulis DQ a dan DQ b, DQ a memiliki 8 memory digital output dan DQ b memiliki 2 memory digital output. Total keseluruhann ada 10 memory digital output.
Bagaiamanakah cara menuliskan atau mengekspresikan 10 memory digital output ke dalam bentuk program?
Terdapat 2 Byte memory digital output, yaitu:
- 1 Byte pada DQ a. (.0 .1 .2 .3 .4 .5 .6 .7)
- 1 Byte kurang 6 bit pada DQ b. (.0 .1)
.0 .1 .2 .3 .4 .5 .6 .7 adalah alamat bit. Alamat .0 .1 antara DQ a dengan DQ b adalah sama. Cara membedakannya adalah dengan cara memberikan alamat Byte.
Semisal memory digital output DQ a diberi alamat Byte 0 dan memory digital output DQ b diberi alamat Byte 1, maka hasilnya sebagai berikut:
- 1 Byte pada DQ a dengan memberi alamat Byte 0 menjadi:
0.0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7
- 1 Byte pada DQ b dengan memberi alamat Byte 1 menjadi:
1.0 1.1 ( 6 bit tidak tersedia secara hardware sehingga tidak perlu diberi alamat )
Untuk permasalahan kenapa menggunakan alamat Byte 0 dan 1? Tidak menggunakan alamat Byte 2 dan 3?
Jawabannya adalah terserah User karena pembuatan alamat memory digital output dapat diatur oleh User.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar