Jumat, 27 Mei 2022

CARA ADDRESSING ATAU PENGALAMATAN PLC SIEMENS TIA PORTAL

Addressing/pengalamatan dapat digolongkan menjadi 4 macam berdasarkan jumlah datanya, yaitu:

  1. Bit
    • Bit adalah satuan informasi terkecil dalam sistem komunikasi data. Addressing dengan mode bit hanya mengenal logika 0 dan 1. Logika 1 berarti ON atau 24 VDC, sedangkan logika 0 berarti OFF atau 0 VDC. Contoh data bit dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 

  2. Byte
    • Byte terdiri atas 8 bit data. Gambar di bawah ini adalah contoh data Byte dan cara addressing Byte

  3. Word
    • Word terdiri atas 2 Byte data atau 16 bit data. Gambar di bawah ini adalah contoh data word dan cara addressing word

  4. Double Word
    • Double word terdiri atas 2 word data, atau 4 byte data, atau 32 bit data. Gambar di bawah ini adalah contoh data double word dan cara addressing double word

Pada bagian memory dan data dapat terjadi kesalahan pengambilan data addressing jika tidak teliti dalam mengakses addressing memory dan data tersebut. Gambar di bawah ini adalah contoh addressing pada memory

Perhatikan contoh diatas, angka 0 pada ID0 dan angka 2 pada IW2 adalah mengacu pada Byte paling kiri pada alamat tersebut. Penggunaan addressing pada SIMATIC S7 harus dilakukan dengan teliti, jika tidak akan terjadi tumpang tindih, sehingga menyebabkan terjadi kesalahan pengambilan data. Contoh penggunaan addressing yang salah dapat dilihat di bawah ini. 

Pada contoh di atas, apabila address MW14 telah dipakai, kemudian di bagian program yang lain memakai address MW15, maka akan terjadi tumpang-tindih (overlap) data. Kesalahan tersebut akan berakibat fatal pada sistem pabrik seluruhnya.

Memory adalah wadah/tempat penyimpan, dimana didalam wadah tersebut terdapat isi. Isi tersebut adalah data.
Data adalah nilai, jumlah data tergantung dari tipe dari memory tersebut.
Memory bisa berbentuk bit, Byte, word, double word. Untuk lebih jelas tentang overlap data, lihatlah penjelasan tabel dibawah ini. 

Penggunaan memoy bit sesuai tabel adalah
  • M0.0; M0.1; M0.4; M1.6; M1.7; M10.2; M10.3; M11.2; M11.3; M12.4; M14.0; M15.4; M15.5
Penggunaan memory Byte sesuai tabel adalah 
  • MB2; MB3; MB15
Penggunaan memory word sesuai tabel adalah 
  • MW4
Penggunaan memory double word sesuai tabel adalah 
  • MD6
Penggunaan memory yang salah atau overlap adalah seperti pada tabel diatas, yaitu:
  • MW3
    • MW3 adalah kumpulan dari MB3 & MB4 sedangkan MB3 & MW4 sudah terpakai terlebih dahulu.
  • MD5
    • MD5 adalah kumpulan dari: 
      • MW5 & MW7 atau, 
      • MB5, MB6, MB7, MB8
Sedangkan memory tersebut diatas sudah terpakai terlebih dahulu oleh:
  • MW4 dimana kumpulan dari MB4 & MB5.
  • MD6 dimana kumpulan dari MW6 & MW8.

Kamis, 26 Mei 2022

PENJELASAN JENIS MEMORY PADA PLC SIEMENS TIA PORTAL

Memory adalah device penyimpanan suatu logika yang bersifat sementara. Penyimpanan data dapat berupa bit, Byte, integer/word, double integer/double word, real, dll.

Jika pemrograman PLC sangat dasar dan sederhana, mungkin cukup hanya menggunakan memory input dan output. Apabila pemrograman PLC sangat kompleks maka tidak cukup hanya menggunakan memory input dan output sehingga membutuhkan memory lain untuk menghubungkannya.

Memory tersebut adalah:

  • Memory bersimbol M
    • Kapasitas memory M terbatas, sama dengan input-output.
    • Dengan kata lain, jumlah memory M yang tersedia sudah ditentukan secara hardware.
    • Contoh memory M dengan pengalamatannya sebagai berikut:
      • Memory M bit: M0.0; M0.1; M30.2; M55.7; M255.3 
      • Memory M Byte: MB0; MB2; MB5; MB10; MB200 
      • Memory M integer/word: MW7; MW9; MW11; MW13
      • Memory M double integer/double word/real: - MD0; MD4; MD8; MD12
      • Berikut salah satu contoh penggunaan memory M dalam bit

  • Memory bersimbol Data block Kapasitas memory Data block lebih besar dari pada memory M. Data block dipresentasikan dengan symbol DB, dengan diikuti kode dibelakangnya. Contoh memory Data block sebagai berikut: 
    • Data block bit: DB1.DBX0.0; DB10.DBX3.0; DBX55.DBX3.2 
    • Data block Byte: DB2.DBB0; DB4.DBB4; DB99.DBB32 
    • Data block integer/word: DB5.DBW3; DB300.DBW8; DB79.DBW120 
    • Data block double integer/double word/real: DB5.DBD3; DB100.DBD78; DB500.DBD100
    • Berikut beberapa contoh penggunaan memory Data block

Data integer dan word sebenarnya adalah data yang sama (nilai, dan jumlah yang sama). Perbedaan integer dengan word, yaitu:
  • Integer digunakan untuk tipe data apapun yang merepresentasikan bilangan bulat.
  • Word digunakan untuk tipe data apapun yang merepresentasikan bilangan Hexa.

CARA MEMBUAT PROGRAM NEGATIVE TRIGGER TIA PORTAL

Negative trigger adalah aktifasi sinyal yang didapat dari perubahan sinyal 1 ke sinyal 0. Berikut ilustrasi sinyal negative trigger


  1. Pada basic instruction, gunakan instruksi dibawah ini. 

  2. Buat program seperti gambar dibawah ini. 

  3. Ujilah pada software simulator, Bagaimana hasil output dari Q10.5 Output SR3
  4. Amati dan pelajari konsep kerja dari instruksi negative trigger
  5. Untuk lebih memahami instruksi tersebut, klik pada instruksi negative trigger kemudian klik F1

  6. Klik tulisan bergaris N_TRIG: Scan RLO Negative signal edge untuk melihat detail penjelasan dari instruksi negative trigger

CARA MEMBUAT PROGRAM POSITIVE TRIGGER TIA PORTAL

Positive trigger adalah aktifasi sinyal yang didapat dari perubahan sinyal 0 ke sinyal 1. Berikut ilustrasi sinyal positive trigger


  1. Pada basic instruction, gunakan instruksi dibawah ini. 

  2. Buat program seperti gambar dibawah ini. 

  3. Ujilah pada software simulator, Bagaimana hasil output dari Q10.4 Output SR2.
  4. Amati dan pelajari konsep kerja dari instruksi positive trigger
  5. Untuk lebih memahami isntruksi tersebut, klik pada intruksi positive trigger kemudian klik F1

  6. Klik tulisan bergaris P_TRIG: Scan RLO positive signal edge untuk melihat detail penjelasan dari instruksi positive trigger. 

CARA MEMBUAT PROGRAM RESET/SET FLIP-FLOP TIA PORTAL

  1. Pada basic instruction, gunakan instruksi dibawah ini. 

  2. Klik dan tahan intruksi RS reset/set flip-flop, kemudian drag/geser menuju garis rung ladder network5

  3. Berikan alamat input-output dan sertakan nametag-nya seperti gambar dibawah ini. 

  4. Untuk memberikan contact NO pada fungsi set, klik garis kecil pada pin S1 (set)

  5. Double klik contact NO pada menu basic instruction.

  6. Hasilnya seperti gambar dibawah ini.  

  7. Berikan alamat pada pin S1 (set) dengan I5.7 dan berikan nametag-nya seperti gambar dibawah ini. 

  8. Ujilah pada software simulator, Bagaimana hasil output dari Q10.3 Output RS
  9. Amati dan pelajari konsep kerja dari instruksi RS reset/set flip-flop
  10. Untuk lebih memahami isntruksi tersebut, klik pada intruksi reset/set flip-flop kemudian klik F1

  11. Klik tulisan bergaris RS: Reset/Set flip-flop untuk melihat detail penjelasan dari instruksi RS reset/set flip-flop